This awesome blogger theme comes under a Creative Commons license. They are free of charge to use as a theme for your blog and you can make changes to the templates to suit your needs.
RSS

Ketika Hati Bicara...

Hai pendengar setia lama ku... Setelah sekian bulan gak nyentuh ini blog, kangen juga....

Sebenarnya gak buka Blog ini, bukan berarti gak nulis juga sih.. Cuma, yah, segala sesuatu yang tak keluar dari hati itu emang susah buat dikerjain. Entah kenapa 1 tahun terakhir ini semangat yang tersisa untuk nulis tinggal nulis tentang Ify dan IFC, salah satu bagian kecil dari hidup saya yang entah kenapa begitu sulit untuk ditinggalkan -_- ahahaha... Dan setelah punya rumah baru untuk menampung tulisan-tulisan random saya tentang idola saya itu, blog ini emang sedikit gak keurus hihihihi... Eh gak juga sih, cuma kadang saya suka terserang penyakit males kelarin tulisan. Kalau pada ngintip draff tulisannya, banyak tuh yang digantung ahahaha...

Balik lagi ke tulisan random saya. Dulu sih di blog ini doyan banget nulis hal-hal dari yang gak penting sampe yang lumayan kreatif dan informatif, semua itu keluar dari pikiran menerawang saya. Tapi entahlah, sejak berkenalan dengan yang namanya skripsi 2 tahun yang lalu, dan kami memiliki hubungan yang intim (?), semangat nulis yang sempat ditinggalkan itu, akhirnya beneran ketinggalan dan hilang entah tercecer dimana tak lagi berada di hati ini -_- ahahaha... Sekali lagi, segala yang tak keluar dari hati itu emang susah buat dijalanin. Padahal 2 tahun terakhir ini, cukup banyak pengalaman baru sebenarnya yang pengen ditulis. Saking banyaknya, sekarang sampe bingung mau mulai dari mana nulisnya hehehe... Tapi kayaknya saya bisa menarik benang merahnya. Mengikuti kata hati. 




Mulai dari sejak ditasbihkan resmi jadi seorang sarjana 1,5 tahun yang lalu, saya mulai menjadi seorang pengangguran. Cari kerja sana sini. Nyebar identitas & no HP kemana-mana (baca: lamaran). Berkali-kali gagal dalam tes, tapi ada juga yang sengaja saya tolak (dengan halus tentunya). Ternyata saat itu yang saya tau adalah cari kerja itu gampang kok. Yang susah adalah mencari yang sesuai kemauan dan kata hati kita. Kembali lagi saya nyebutin kata Hati. Yah, mungkin saya tipe orang terlalu ngikutin kata hati. Salah gak sih? Kalau menurut saya, kenyaman hati saya itu lebih utama ketimbang tawaran materi menggiurkan. Apa artinya harta melimpah, tapi kita gak enjoy mengerjakannya? :)

Oiya, disela-sela pengangguran saya, saya juga mulai mengaktifkan diri kembali di kegiatan organisasi saya di Palang Merah setelah memvakumkan diri begitu lama hehehe... Terus terang, bagi orang tertutup seperti saya, ini adalah salah satu tempat yang membuat saya bisa sedikit lebih aktif berinteraksi dengan banyak orang. Biar bagaimana pun tertutupnya saya, toh saya sadar kok, bergaul dengan banyak orang itu bisa membawa efek positif bagi kita dan mungkin suatu waktu akan bisa membantu kita dalam banyak hal. 

Sering kali kakak aku yang cowo sering nyeletuk kalau aku ada tugas PMI gitu, gak ada duitnya juga kata dia ngapain rajin-rajin. Yah, tapi yang aku ingat adalah perkataan komandan aku yang super bijak itu. Kalau organisasi mulai ruwet dengan tingkah tak bersahabat dan egois segelintir anggotanya, beliau suka bilang "Tanya lg ke diri & hati masing-masing, tujuan gabung di PMI apa sih?" Kembali lagi disebutkan kata hati. Emang, segala hal itu gimana kita ngejalaninnya tergantung apa kata hati kita kok..

Sebenarnya ikutan PMI bukan berarti gak menghasilkan materi buat aku ._. Sekali lagi aku bilang, bergaul dengan banyak orang itu banyak manfaatnya kok. Dan lewat PMI aku sebenarnya sempat dapat tawaran kerjaan menarik. Tapi sekali lagi, karena mengikuti kata hati saya, pekerjaan yang sudah digenggaman, harus ikhlas saya lepas ._. Sayang banget emang. Bahkan saya sempat bimbang galau parah saat itu-_- wkwkwk... Soalnya saat itu saya juga sudah bekerja di sebuah tempat. Tapi yah, hidup itu pilihan. Dan sekali lagi saya mengandalkan kata hati saya dalam memilih... Saya mempertahankan pekerjaan saya sekarang, meski dengan kondisi yang tidak lebih baik sebenarnya dibanding tawaran itu, tapi yang saya tau, hati saya lumayan tenang, saya punya visi misi yang tak kalah kuat disini, dan yang satu yang pasti. Saya merasa saya dan ilmu yang saya miliki, lebih dibutuhkan disini. Itulah yang menuntun hati saya memilih ini...

Akhir kata dari tulisan random ini. Kata nurani itu ternyata jauh lebih abstrak buat dimengerti logika. Tapi yang saya selalu ingat, ketika logika tak bisa lagi digunakan, maka hanya hati nurani kitalah yang bisa membantu kita mencari jalan keluar...

Itu cerita random saya, apa ceritamu?

0 komentar: