This awesome blogger theme comes under a Creative Commons license. They are free of charge to use as a theme for your blog and you can make changes to the templates to suit your needs.
RSS

Latahnya Acara TV

Mengejar trend atau latah?

Mungkin itu pertanyaan yang etpat buat di tujukan ke stasiun televisi di Indonesia. Bukan maksud menyinggung atau apa, cuma aku sebagai penonton sih ngerasanya gitu. Dikala sebuah stasiun tv bikin suatu acara, dan sukses, tak lama pasti acara sejenis juga menjamur di tv-tv lainnya. Walau iya sih, dengan alibi, menyesuaikan selera pasar. Tapi apa semua harus serentak mengejar trend yang sama?

Acara tv emang dari dulu, sering banget bikin acara latah-latahan gitu. Sebagai contoh aja. Aku ambil contoh beberapa waktu yang lalu, lagi marak-maraknya bikin acara reality show. Masalah cinta2an lah, jodoh-jodohan, ngasih duit, nyari orang hilang, sampe acara reality show yang menguak misteri gunung kidul! ._. eh, bukan ding, hehe... misteri yang pengen dikuak maksudnya, entah rahasi pacara, keluarga atau apapun. Dan waktu itu yang aku inget, hampir tiap sore, rata-rata tv isinya acara reality show semua. Trus ada lagi acara live musik yang menjamur. Kalo dulu acara tv kebanyakan sinetron, telenovela *jaman bahela bgt nih* dan berita, sekarang kayaknya acara musik lumayan mendominasi. Setidaknya tiap pagi-siang, gue nyetel tv lebih dari 3 stasiun bikin acara musik. Makin kesini lagi, kayaknya sekrang juga mulai menyebar trend kuis. Nah dulu2 tuh kayaknya banyak tuh kuis, trus trendnya ngilang kan. Nah sekrang yang aku liat mulai muncul lagi kuis-kuis yang jaman dulu itu. Kayak super family, who wants to be a millionaire, tak tik boom, super deal, dll. Dan latah munculin kuis yang sempet booming di jaman dulu ini, terjadi di beberapa stasiun tv.

Dan sekarang, trend baru juga nih, beberapa stasiun tv berlomba-lomba bikin acara pencarian bakat. Bukan pencarian bakat yang biasa, seperti mencari penyanyi tok, atau hanya kompetisi sulap doank, dll, tapi ini pencarian bakat segala bakat. Dan ada 3 stasiun tv yang bikin acara seperti ini.

Yang pertama IMB. Trans tv bisa dibilang sangat sukses dengan acara ini. Dan hari minggu tadi, IMB 1 udah mengeluarkan sang juaranya yaitu Klantink. Dan beberapa saaat lagi IMB 2 bakal kembali menggebrak Indonesia. Stasiun tv yang kedua adalah Indosiar dengan Got Talend. Ini masih setengah jalan acaranya. Tapi sayangnya, katanya sih ratingnya gak terlalu bagus. Apa karena kalah pamor dengan IMB? Mungkin. Tapi, sebenarnya katanya rencana GT lebih dulu daripada IMB sebenarnya, tapi IMB curi start duluan. Hal yang wajar? Wajar dalam bisinis. Siapa cepat dia dapat kan? Dan yang terakhir yang mengikuti jejak kelatahan bikin acara serupa adalah RCTI dengan acaranya yaitu Aksi Anak Bangsa. Acaranya masih dalam tahap audisi dan menyisihan *semoga pada bagus2, gak kalah sama Idola Cilik ya ini, aminn...* Tapi yang satu ini, aku pikir cukup cerdas. Walau latah, dia gak mau ngambil yang sangat serupa. Dia malah ngambil pasar yang berbeda, yaitu khusus untuk anak-anak. Strategi yang cukup cerdas menurutku. Karena apabila memaksakan mengambil hal yang sama, mungkin bukannya untung, tapi bisa jadi malah mengalami kerugiaan karena acaranya kalah bersaing.

Ngomongin pencarian bakat segala bakat, aku cukup seneng acara pencarian bakat dibikin kayak gini. Setidaknya kalo biasanya pencarian bakat itu cuma sekedar nyanyi, tapi ini segala bakat bisa unjuk gigi. Acara gini jadi bisa menunjukkan kalo Indonesia itu bakatnya emang segudang. Gak cuma yang punya bakat di bidang nyanyi yang biasanya sering di kompetisikan aja yang jadi terangkat, tapi juga bidang lainnya, seperti dance, tari tradisional, sulap, bermusik, dsb. Selain itu, kalo bikin yang khusus mungkin gak banyakkan peminatnya, tapi kalo dibikin masal gini (utk segala bakat gitu), yang sedikit itu bisa ikut tersaring. Contohnya aja kayak Berto di IMB. Dia kan ahli dibidang petik sasando. Kan yang seperti ini agak jarang, dan lewat pencariaan bakat khusus ukulele kan kayaknya gak mungkin. Nah, lewat acara pencarian bakat segala baka kayak gini, akhirnya yang seperti itu bisa ikut terjaring.

Kembali ke topic semula. Latah. Dalam usaha mungkin masih bisa dibilang wajar. Aku memang bukan orang yang mengerti tentang bisnis, tapi menurutku itu sah-sah aja. Ide kita ditiru, ya mau bagaimana lagi. Disinilah sebenarnya ujiannya. Disini mungkin bukan hanya masalah ide awal, tapi juga bagaimana kita bisa bersaing, menunjukkan nilai plus kita. Kita aja dalam bisnis usaha, misalnya jualan pisang goreng kremes, mungkin pada awalnya belum banyak yang bikin usaha seperti itu. Tapi ketika ada seseorang yang memulai usaha itu, dan dilihat laris, pasti akan banyak yang mengekornya. Dan mungkin disinilah tantangan dari bisnis itu sebenarnya terjadi. Disini kreatifitas akan teruji. Begitu pula untuk acara-acara yang aku sebut pada latah berjamaah diatas, hehe.... Sebagai penonton, aku sih menikmati semuanya. Tapi semoga masing-masing tv bisa mengemas acaranya dengan baik dan super kreatif, sehingga kita sebagai penonton ya gak bosen aja. Walau kita nonton acara sejenis dan setipe, aku berharap kita masih bisa mendapat sajiaan yang berbeda dan menarik dari tiap sajian sehingga tontonan tak terlihat monoton seperti itu-itu aja. Isi boleh sama, tapi kemasan dan cita rasa masa harus sama juga? Biar resep sama, kan bahan dan yang ngaduk adonan beda ._. *mulai ngaco* Oke, dari pada tulisan aku mulai ngelantur kemana2, mending sebaiknya saya akhiri sampai disini saja. Tunjukan kreatifitasmu. Pokoknya, maju terus pertelevisian Indonesia (3am).

2 komentar:

nadahasya mengatakan...

ka, kayaknya ada yang salah deh. Berto itu kan pemain sansando, bukan ukulele. Hehe..

3am-misst3ri mengatakan...

@nadahasya: hah? astaghfirulullah, error -_-"
maklum, tulisan ini dibikinnya dg super ngebut, haha...
*bilang aja salah :p

thx kritik, udah diperbaiki.. thx jg buat kunjungannya :)